PEKANBARU, celotehriau.com-- Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara yang telah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa. Faktanya dalam implementasinya, keragaman suku, budaya dan agama yang ada di Indonesia masih menimbulkan perbedaan pandangan di masyarakat terhadap pengamalan nilai-nilai Pancasila.
" Untuk mencegah hal tersebut, nilai-nilai yang terkandung di dalam agama dan Pancasila harus dapat dipahami secara menyeluruh, sehingga akan tercipta kerukunan Bangsa," kata Pelda Adi Yusuf dan Serda Robert Sitorus saat komsos di kampung Pancasila di jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan Sumahilang Kecamatan Pekanbaru Kota, Senin(9/5/2022).
Kata Adi Yusuf, untuk menjaga agar Pancasila tetap dipahami secara komprehensif maka tidak boleh dipahami secara parsial antara satu sila dengan sila yang lain. Pancasila tidak boleh didorong ke arah pemahaman yang menyimpang seperti sekularisme, liberalisme, atau komunisme.
Agama juga kata Adi Yusuf seharusnya dipahami secara moderat dengan tanpa mengorbankan ajaran-ajaran dasar agama dan sebaliknya, bukan pemahaman yang bersifat radikal, ekstrim, atau liberal.
"Pancasila sudah terbukti mampu menjaga kerukunan seluruh bangsa. Oleh karena itu, kita harus mampu menangkal berkembangnya paham-paham yang mengancam Pancasila dan persatuan," katanya.
Untuk itulah, Babinsa secara rutin mengajak masyarakat di kampung Pancasila untuk tetap menjalankan nilai nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari guna terciptanya masyarakat yang memiliki jiwa gotong royong, kepedulian dan senasib sepenanggungan.
"Semoga program kampung Pancasila ini memberikan efek positif bagi kehidupan bermasyarakat ," tegasnya.(IUD).
